ADA YANG DISOROT TAPI BUKAN DI ATAS PANGGUNG

   Beberapa hari ini banyak media memberitakan terkait isu konflik kepentingan yang terjadi pada orang-orang dalam suatu lingkaran kekuasaan. Ternyata isu ini menjadi perhatian berbagai  pihak di luar sana selain isu covid 19. Mungkin isu ini sangat viral di berbagai media sosial sehingga cukup menjadi perhatian. Tetapi, isu ini akan hilang perlahan karena situasi yang semakin tidak pasti akibat wabah covid 19, sehingga media-media lebih memilih untuk memberitakan hal lain. 

   Isu ini bermula ketika muncul surat dengan kop sekretariat negara kepada para camat di pulau Jawa, Sulawesi, dan Sumatra dalam rangka mendukung kegiatan relawan covid 19. Surat tersebut ditembuskan juga pada lembaga terkait. Banyak masyarakat yang mengetahui hal tersebut dan bertanya-tanya. Tak selang beberapa hari, muncul pula surat dengan tujuan memohon maaf dari pihak yang bertanda tangan pada surat sebelumnya. 

   Mungkin 1 hari setelah surat permintaan maaf, pihak pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk bermitra dengan para aplikasi yang menyediakan jasa pelatihan untuk membantu pelatihan masyarakat yang mendaftarkan diri kartu pra kerja. Wajar saja pemerintah melakukan kerjasama dengan aplikasi tersebut karena tidak mungkin di situasi seperti ini akan mengadakan pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) sebab akan menimbulkan kerumunan. Hal tersebut diketahui oleh masyarakat hingga aplikasi yang akan digunakan pelatihan. Alhasil, banyak menuai kritikan juga. 

   Salah satu media online memberitakan kejadian-kejadian tersebut dengan video dan artikel. Saya sangat tertarik membaca dan menontonya. Beberapa poin saya dapatkan dari media tersebut. Tak hanya dari situ, saya mencoba melihat berbagai media yang digunakan oleh individu yang menjadi pemberitaan. 

   Anak muda di tahun ini cukup menjadi perbincangan di negara ini. Anak muda yang memiliki usaha dengan nilai valuasi yang sudah menggunakan mata uang negara lain, anak muda yang melaksanakan haknya untuk menyampaikan aspirasi di gedung dewan, anak muda yang terkenal dengan istilah rebahan, dan anak muda di setiap daerah di Indonesia dengan karyanya masing-masing. Hingga beberapa dari anak-anak muda Indonesia menjadi staf khusus dari pemimpin negara. 

   Anak muda saat ini selalu identik dengan kata kreatif, inovatif, dan juga distuprif. Tetapi juga banyak orang mengatakan bahwa anak muda sekarang, belum punya pengalaman paling nanti dibohong-bohongin, belum siap dan tidak akan pernah siap. Mungkin perkataan tersebut salah dari berbagai pihak tekesan meremehkan ataupun bisa saja benar. 

  Kejadian di awal yang saya ceritakan menjadi sebuah tamparan bagi anak-anak muda. Mereka yang diberitakan tersebut mungkin menjadi gambaran bagi anak muda lain di luar sana. Memang sudah ada pemohonan maaf dan pernyataan bahwa siap mundur jika itu adalah konflik kepentingan, apakah itu menyelesaikan masalah?. Bisa saja menyelesaikan masalah, tetapi citra yang ada mungkin menurun. Menurut saya, karena ini sudah terjadi atau jika diibaratkan ini sudah basah yasudah harus dikeringkan, ganti pakaian yang basah, mengembalikan citra yang ada sudah turun tersebut dan itu bukan hal yang mudah atau bakal tetap menjadi sorotan. 

   Sebenarnya jika diperluas lagi ketika melihat kasus ini, tidak hanya tentang anak muda yang menjadi staf khusus, tetapi juga anak-anak muda yang sudah duduk di lembaga yang mengawasi pemerintah, dan yang ingin melaju di pilkada 2020. Saya ingin mengaitkannya dengan pilkada yang akan terjadi di Mataram. Banyak calon-calon sudah mulai membuat baliho, reklame di pinggir-pinggir jalan kota dan rata-rata calon tersebut memliki fokus pada anak muda. Calon tersebut ada yang berasal dari kalangan petahanan, anak muda, birokrat, hingga pengusaha. Tetapi apakah calon-calon tersebut akan sungguh-sungguh mempergunakan kesempatannya menjadi pemimpin daerah untuk membangun sumber daya manusia, khususnya anak muda di seluruh Kota Mataram atau hanya segelintir oranng terdekatnya. 

Terimakasih telah menyempatkan membaca blog saya ini.
Jangan lupa membaca.
Terus membaca.
Selalu membaca. 

Comments

Popular posts from this blog

PENTINGNYA KOMUNIKASI DALAM KESEHATAN

hai

SAMPAI JUMPA