TIDAK ADA YANG MENGINGINKAN SEPERTI INI
Wabah Virus Corona menjadi perbincangan di seluruh dunia. Virus Corona jenis baru ini disebut dengan Covid-19. Saat ini covid-19 telah menjadi pandemi. Virus ini penyebarannya sangat masif sekali melalui percikan batuk maupun bersin dan kontak fisik, seperti bersalaman. Dikarenakan penyebarannya yang sangat masif sekali, masyarakat dihimbau oleh pemerintah untuk melakukan social distancing atau physical distancing dalam bahasa indonesia yaitu menjaga jarak. Menjaga jarak antar individu ini dilakukan 1 -2 meter agar jika batuk maupun bersin, percikan tersebut tidak sampai pada individu yang lain, hal lain yang perlu dilakukan adalah tidak dalam kerumunan dan keluar rumah jika mendesak (seperti membeli kebutuhan pokok), serta bersalaman tidak lagi berjabat tangan, cukup dengan "namaste".
Seluruh manusia di dunia maupun masyarakat Indonesia tidak ada yang menginginkan seperti ini. Bahkan untuk menerapkan social distancing tersebut pemerintah harus meliburkan seluruh kegiatan belajar-mengajar di setiap sekolah agar belajar dari rumah, para orang tuang yang bekerja di kantor yang memungkinkan untuk melaksanakan bekerja dari rumah hingga kegiatan beribadah pun harus dilaksanakan di rumah agar tidak terjadi interaksi di suatu tempat yang ramai. Banyak sekali kegaiatan-kegiatan yang harus ditunda, seperti festival budaya, konser, acara pernikahan yang berkesan meriah menjadi harus sederhana, seminar, dan semacamnya. Menurut saya, yang melakukan penundaan ataupun pembatalan seperti di atas, mereka adalah orang-orang yang juga menjadi pahlawan yang rela mengorbankan acaranya demi keselamatan bersama. Selain penundaan-penundaan, hal yang paling berdampak akibat pandemi covud-19 ini adalah sektor ekonomi seperti pekerja dirumahkan, umkm bisa gulung tikar, gerai toko di mall tutup sementara agar tidak terjadi kerumunan dan sejenisnya.
Pemerintah pun tidak menginginkan seperti ini, karena program-program yang sudah direncanakan sebagian besar tidak bisa berjalan dan anggaran harus dialihkan untuk penanganan covid-19. Namun, hal ini menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah bahwa akan ada kemungkinan masalah kesehatan seperti ini yang akan terjadi lagi agar dapat dipersiapkan segala fasilitasnya, sosialisasi yang kurang bisa dimaksimalkan seperti dari posyandu, puskesmas hingga rumah sakit agar seluruh masyarakat mendapatkan pemahaman informasi kesehatan yang baik dan benar, dan tenaga medis yang siap melaksanakan sosialisasi maupun penanganan. Saya sempat mendengar bahwa di daerah saya, di posyandu sebagian besar hanya pertugas bidan, tidak ada dokter umum maupun petugas promosi kesehatan atau ada petugas promosi kesehatannya tetapi tidak berjalan dengan optimal, jika hal itu benar adanya ya wajar saja jika masyarakat belum 100% bisa menerapkan pola hidup bersih & sehat serta cuci tangan yang baik dan benar, dan semoga saja hal itu tidak benar adanya.
Terakhir, jaga kesehatan bagi seluruh masyarakat Indonesia, cuci tangan sebelum dan setelah melakukan kegiatan serta sebelum memegang wajah, pola makan dan tidur yang teratur dan menjaga imunitas tubuh agar terhindar dari virus dan bakteri.
Terimakasih telah menyempatkan membaca blog ini.
Jangan lupa membaca
Tetap membaca
Selalu membaca
Terakhir, jaga kesehatan bagi seluruh masyarakat Indonesia, cuci tangan sebelum dan setelah melakukan kegiatan serta sebelum memegang wajah, pola makan dan tidur yang teratur dan menjaga imunitas tubuh agar terhindar dari virus dan bakteri.
Terimakasih telah menyempatkan membaca blog ini.
Jangan lupa membaca
Tetap membaca
Selalu membaca
Comments
Post a Comment