INSPIRASI #2
Aksi Demonstrasi Reformasi Dikorupsi pada tanggal 23 dan 24 September 2019 sangat memberikan bekas bagi masyarakat. Kebetulan pada saat itu saya dapat berpatisipasi dalam aksi tersebut di Mataram, Lombok bersama teman-teman mahasiswa lainnya. Dalam aksi tersebut saya mendapatkan inspirasi dari teman-teman mahasiswa yang hadir.
Aksi yang dilangsungkan oleh mahasiswa akibat adanya pasal-pasal yang bermasalah dalam UU KPK dan RUU KUHP benar-benar menjadi sorotan pada saat itu. Seluruh mahasiswa di Indonesia bergerak untuk datang ke Jakarta maupun bergerak di daerahnya masing-masing. Hal yang berkesan bagi saya dalam aksi tersebut ada 2, yakni rasa persaudaraan antar mahasiswa walaupun tidak saling kenal dan rasa keberanian bahwa isu-isu tersebut sangat penting agar tidak adanya penyelewengan atau conflict of interest.
Rasa persaudaraan antar mahasiswa pada saat aksi dilangsungkan menjadi hal yang positif dan menginspirasi saya sebagai mahasiswa dan suatu inidividu, karena pada saat tersebut tidak ada yang namanya universitas A dan B tetapi keseluruhan mahasiswa yang hadir menjadi satu kesatuan yang sangat peduli terhadap isu yang muncul dan merugikan masyarakat termasuk negara. Persaudaraan tersebut tidak hanya terlihat pada saat di jalan, namun sampai pada titik-titik peristirahatan para mahasiswa. Pada titik-titik peristirahatan tersebut, beragam almamater berkumpul menjadi satu dan logistik berupa makanan dan minuman tersedia serta dibagikan untuk semua mahasiswa yang turun ke jalan, tanpa melihat ia dari universitas mana, dari almamater berwarna apa. Hal ini seharusnya bisa diterapkan juga oleh setiap individu di beberapa daerah apalagi Indonesia dengan keberagamannya untuk bisa bersatu tanpa memandang suku, agama, dan ras tertentu. Namun, perlu diingat juga ada beberapa oknum yang mungkin melihat semakin akrab dan bisa jadi dimaanfaatkan, hal ini sebaiknya tidak dilakukan dan jangan sampai dilakukan oleh kita sendiri.
Hal terakhir yang membuat saya terinspirasi dari aksi teman-teman mahasiswa adalah rasa keberanian teman-teman semua untuk bersuara dan mengangkat isu tersebut menjadi penting dibahas dan didiskusikan. Rasa keberanian itu pun tidak mudah atau tidak langsung mncul begitu saja, perlu ada persiapan, kajian yang mendalam terkait isu tersebut sehingga baru disuarakan. Pasti ada resiko-resiko yang dialami, seperti dianggap ditunggangi, nomer-nomer beberapa pihak yang ikut turun dihubungi banyak orang dan sebagainya. Keberanian-keberanian seperti ini bisa diikuti oleh teman-teman yang peduli terhadap suatu isu yang lain dengan penyampian yang bermacam-macam. Lalu muncul sebuah pertanyaan, saya ingin menyuarakan suatu isu tetapi saya ragu karena kalau saya menyuarakannya saya takut di periksa oleh instansi terkait, bagaimana hal tersebut?
Rasa persaudaraan antar mahasiswa pada saat aksi dilangsungkan menjadi hal yang positif dan menginspirasi saya sebagai mahasiswa dan suatu inidividu, karena pada saat tersebut tidak ada yang namanya universitas A dan B tetapi keseluruhan mahasiswa yang hadir menjadi satu kesatuan yang sangat peduli terhadap isu yang muncul dan merugikan masyarakat termasuk negara. Persaudaraan tersebut tidak hanya terlihat pada saat di jalan, namun sampai pada titik-titik peristirahatan para mahasiswa. Pada titik-titik peristirahatan tersebut, beragam almamater berkumpul menjadi satu dan logistik berupa makanan dan minuman tersedia serta dibagikan untuk semua mahasiswa yang turun ke jalan, tanpa melihat ia dari universitas mana, dari almamater berwarna apa. Hal ini seharusnya bisa diterapkan juga oleh setiap individu di beberapa daerah apalagi Indonesia dengan keberagamannya untuk bisa bersatu tanpa memandang suku, agama, dan ras tertentu. Namun, perlu diingat juga ada beberapa oknum yang mungkin melihat semakin akrab dan bisa jadi dimaanfaatkan, hal ini sebaiknya tidak dilakukan dan jangan sampai dilakukan oleh kita sendiri.
Hal terakhir yang membuat saya terinspirasi dari aksi teman-teman mahasiswa adalah rasa keberanian teman-teman semua untuk bersuara dan mengangkat isu tersebut menjadi penting dibahas dan didiskusikan. Rasa keberanian itu pun tidak mudah atau tidak langsung mncul begitu saja, perlu ada persiapan, kajian yang mendalam terkait isu tersebut sehingga baru disuarakan. Pasti ada resiko-resiko yang dialami, seperti dianggap ditunggangi, nomer-nomer beberapa pihak yang ikut turun dihubungi banyak orang dan sebagainya. Keberanian-keberanian seperti ini bisa diikuti oleh teman-teman yang peduli terhadap suatu isu yang lain dengan penyampian yang bermacam-macam. Lalu muncul sebuah pertanyaan, saya ingin menyuarakan suatu isu tetapi saya ragu karena kalau saya menyuarakannya saya takut di periksa oleh instansi terkait, bagaimana hal tersebut?
Saya mengajak teman-teman untuk memberikan jawaban di kolom komentar dengan pandangan teman-teman semua, agar orang-orang yang peduli terhadap suatu isu tidak ragu dengan hal tersebut dan hal lainnya. Semoga kita semua punya kepedulian terhadap isu-isu atau masalah yang ada di sekitar kita.
Terimakasih telah menyempatkan membaca blog saya ini.
Jangan lupa membaca
Tetap membaca
Selalu membaca
Terimakasih telah menyempatkan membaca blog saya ini.
Jangan lupa membaca
Tetap membaca
Selalu membaca
Comments
Post a Comment