PEMILU 2019 ( BAGIAN TERAKHIR )
Balik lagi di edisi PEMILU 2019.
Sebelum membaca yang bagian terakhir dari edisi PEMILU 2019 ini lebih baiknya membaca bagian yang pertama dulu karena bakal ada yang kurang gitu kalau tidak membaca keduanya.
Dalam bagian pertama telah membahas mengenai Capres dan Cawapres dalam debat-debat yang telah dilaksanakan dan isu-isu yang biasanya muncul dalam pemilu. Pemilu tidak hanya pemilihan Presiden dan Wakil Presiden saja tetapi juga pemilihan para anggota legislatif ( wakil rakyat ) yang akan duduk di parlemen, sehingga hal itu yang akan dibahas dalam bagian terakhir ini.
Pemilihan para anggota legislatif dalam pemilu ini sangat tidak kelihatan dikarenakan waktu yang bersamaan dengan pemilhan presiden dan wakil presiden, sehingga hal tersebut menjadi tantangan yang luar biasa bagi para calon legislatif yang mencalonkan diri pada pemilu tahun ini. Banyak cara yang dilakukan para calon legislatif tersebut agar mereka diketahui oleh masyarakat baik itu dengan membuat spanduk di pinggir jalan maupun berkeliling ke setiap rumah masyarakat di daerah pemilihannya masing-masing. Walaupun sudah banyak cara yang dilakukan oleh para calon legislatif tersebut tetapi masih saja banyak masyarakat yang tidak mengetahui siapa saja calon-calon legislatif atau calon-calon yang akan mengawakili masyarakat dalam DPR baik DPR RI, DPR Provinsi, DPR Kab/Kota, atau DPD, termasuk saya juga tidak banyak mengetahui hal tersebut.
Lalu, muncul pertanyaan di benak saya "apakah saya tidak memilih saja pada surat suara calon legislatif?", "apa saya mencoblos dua orang saja sehingga suara saya rusak?". Dengan pertanyaan-pertanyaan yang muncul tersebut saya berinisiatif untuk mencari tahu siapa saja calon legislatif yang ada di daerah saya melalui sosial media. Setelah saya mengecek akun sosial media calon legislatif yang ada di daerah saya, ternyata tidak sampai 10 orang yang memberikan informasi agenda apa saja yang akan mereka lakukan jika mereka terpilih sebagai anggota legislatif. Saya berusaha menghubungi mereka dengan dm ( direct message ) sosial media mereka untuk bertanya kepada para calon legislatif yang tidak memberikan informasi agenda yang akan dilakukan saat terpilih sebagai anggota legislatif. Tetapi, hal tersebut ternyata sia-sia mengapa? karena tidak ada satu pun yang menanggapi walaupun mereka tetap memposting kegiatan kampanye mereka. Saya mencoba untuk berprasangka baik, mungkin mereka sibuk sehingga akun sosial media dipenggang oleh adminnya.
"Kenapa tidak mencari di website KPU atau website yang menyediakan hal tersebut?" Karena di dalam website KPU atau website yang lain hanya memberikan informasi berupa nama, partai, daerah pemilihan, dan biodata singkat. Hanya itu saja, tidak ada agenda yang akan dilakukan jika terpilih nanti. Sehingga saya pun memiliki anggapan apakah mereka hanya berkampanye ( berkeliling ke setiap rumah ) di daerah pemilihan yang masyarakatnya "kurang" sehingga di tempat lain hanya memberikan sticker, kalender, dan tidak ada pengumpulan masyarakat untuk menjelaskan atau mereka hanya ingin terpilih lalu duduk di parlemen dan masyarakat yang memilihnya tidak tau apa yang dia lakukan di parlemen.
Sekian opini saya mengenai PEMILU 2019 ini. Saya memohon maaf jika ada salah kata dalam penulisan edisi PEMILU 2019 ini dan saya berharap siapa pun yang menang dalam pemilihan Presiden dan Wakil Presiden maupun pemilihan Anggota Legislatif bisa lebih baik lagi dari periode sebelumnya sehingga Indonesia mampu menjadi Negara yang maju.
Sekian opini saya mengenai PEMILU 2019 ini. Saya memohon maaf jika ada salah kata dalam penulisan edisi PEMILU 2019 ini dan saya berharap siapa pun yang menang dalam pemilihan Presiden dan Wakil Presiden maupun pemilihan Anggota Legislatif bisa lebih baik lagi dari periode sebelumnya sehingga Indonesia mampu menjadi Negara yang maju.
Terimakasih telah menyempatkan membaca blog saya ini
Jangan lupa membaca
Tetap membaca
Selalu membaca
Comments
Post a Comment